tio-kun
Ada sebuah istana yang di huni oleh raja beserta para pengawal dan pelayannya,lalu tiba2 ada siluman yang masuk istana tersebut,siluman itu sangat jelek,bau,dan bertutur kata yang kasar.lalu para pengawal dan pelayan pun heran akan kehadiran sang siluman,sang siluman masuk istana dengan santainya,lalu sang siluman melihat singga sana sang raja sedang tidak di duduki sang raja,dengan tenangnya ia langsung menduduki singga sana tersebut.para pengawal yang melihat kajadian tersebut langsung menyerangnya tanpa pikir panjang,semakin sang siluman itu diserang,semakin jelek rupanya,semakin bau,semakin bertutur kata yang kasardan semakin besar tubuh sang siluman.para pengawal terus menyarangnya dengan penuh amarah.dan semakin siluman itu diserang semakin buruk dan besar siluman tersebut,hingga para pengawal tak berani tuk menyarangnya lagi karena tubuhnya yang sangat besar dan buruk itu.tak lama kemudian sang raja datang dan melihat sang siluman yang sedang duduk di singga sananya itu,lalu sang raja malah menyambut hangat sang siluman itu,para pengawal pun heran atas apa yang dilakukan sang raja,lalu sang raja menyuruh para pengawal dan para pelanyannya untuk membari pelayanan pada sang siluman,lalu tubuh siluman itu mengecil,rupanya yang jelek berkurang,baunya berkurang,dan tutur katanya pun semakin membaik,para pelayan terus memberi pelayanan yang baik pada sang siluman hingga akhirnya mengecil dan tidak ada lagi siluman tersebut.pada hakikatnya kemarahan itu apabila kita menyikapi dengan kemarahan pula,maka semakin besar kemarahan tersebut.sebaliknya apabila kita menerima amarah tersebut kita sikapi dengan pintu yang terbuka maka kita memberikan kebebasan pada amarah tersebut.